MotoGP



AFP/MARK RALSTON
Pebalap Tech 3 Yamaha, Ben Spies (kiri) dan Jorge Lorenzo. Musim depan, Spies akan setim dengan Lorenzo di Yamaha, dan Spies ditengarai akan menjadi pesaing berat Lorenzo, Valentino Rossi, Dani Pedrosa dan Casey Stoner.

KOMPAS.com - Status rookie tak membuat nyali Ben Spies ciut dalam debutnya di arena balap motor kelas premier MotoGP musim 2010. Malah, juara dunia World Superbike 2009 ini justru menghadirkan sejumlah kejutan, yang membuat mata para pecinta adu kecepatan "motor besi" ini terbelalak dan kagum.

Tak heran jika Spies difavoritkan akan menjadi salah satu penantang serius pada kompetisi musim depan. Apalagi musim 2011 nanti, pebalap asal Texas, Amerika Serikat, ini masuk skuad tim pabrikan Yamaha. Spies sendiri optimistis, dia bakal jadi "alien" kelima dalam perburuan gelar juara dunia.

Ya, sebagai pebalap debutan MotoGP, Spies telah menunjukkan performa yang fantastis. Dalam penampilan terakhir di Indianapolis akhir pekan lalu, pebalap berusia 26 tahun ini mencatat prestasi terbaik sepanjang kariernya ketika naik podium nomor dua. Hasil ini diraih hanya berselang 24 jam setelah dia untuk pertama kalinya mencatat pole position.

Prestasi tersebut membuat kepercayaan diri Spies semakin tinggi, yang membuatnya yakin bisa menjadi pesaing berat kuartet maut, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, pada musim depan.

Harus diakui, selama ini empat pebalap tersebut paling dominan sejak MotoGP menggunakan mesin 800cc. Bahkan sejak tahun 2007, top four fantastis itu selalu menjadi pemenang dan gelar juara dunia jatuh di tangan Rossi serta Stoner.

Namun, "kemapanan" empat pebalap tangguh itu mulai terusik oleh performa ciamik Spies. Dengan perpindahannya dari tim satelit Monster Yamaha Tech 3 untuk bergabung dengan Lorenzo di tim pabrikan Yamaha pada musim depan, banyak kalangan yang menilai Spies bakal menggerogoti dominasi empat pebalap top tersebut.

Menanggapi hal itu, Spies mengatakan: "Saya pikir sekarang saya bisa melihat bahwa itu bisa dicapai (masuk jajaran pebalap top). Saya belum berada di sana, tetapi itu bukan tidak mungkin. Ketika motor bekerja dengan baik maka tidak ada masalah.

"Lihatlah Valentino ketika dia memenangkan balapan di Brno tahun lalu. Dia membuat Lorenzo jatuh karena dia mengendarainya dengan sangat bagus dan ketika anda memiliki motor yang bagus, maka anda juga akan penuh percaya diri sehingga bisa sangat cepat.

"Ketika anda tidak memiliki kepercayaan diri, maka anda tidak bisa tampil bagus. Karena itu, anda harus punya bakat, memiliki motor yang bekerja dengan baik dan punya para mekanik hebat untuk mengeset motor."